Jumat, Oktober 07, 2011

DTSD Part I (Markas KOPASSUS)

[Balikpapan] Jumat 16 September adalah tanggal galau kesekian kalinya bagi gw yang saat itu sedang memulai packing di tempat kerja gw di Balikpapan guna menuju Jakarta dan tinggal disana selama dua bulan. Kami berempat berangkat bersama-sama dengan menggunakan Pesawat Garuda flight GA525.
~Inilah penampakan sesaat gw dan kawan di salah satu sisi jalanan pinggiran Kota Balikpapan (tepatnya menuju lapangan yang saat itu tengah diadakan konser, yaitu J-Rocks dan Armada :hammer, saking gak tau mau dibawa kemana lagi :p)

Trotoar pinggiran Kota Balikpapan

Balikpapan, yang notabene kota Internasional, band sejenis Armada ternyata masih sangat laris loh, buktinya penonton sampai meluber ke luar stadion saat Armada menyanyikan hits-hitsnya. Tetapi terjadi kontradiksi disini. Begitu band J-Rocks masuk dan memulai lagu-lagunya dengan diawali solo yang mengutip salah satu lagu nasional, penonton pun berangsur hilang hingga…. tinggal seperempat lapangan konser! Ya, mungkin karena memang musik mereka kurang memikat kuping warga yang saat itu datang. Atau ada suatu sebab lain.
Tidak mau pulang dengan tangan kosong, kami pun
hunting pict SPG rokoknya saja (demi apa coba :hammer). Awalnya dibawah lightning dan make-up semuanya terlihat begitu memikat.. tetapi setelah di zoom sedemikian rupa.. dan lo perhatiin baik-baik.. wew, no comment gw.. hehe

Teaser
______
16 September 2011. Oh iya sebelum take-off, kita check-in dulu tuh di pesawat, nah sebelum check-in kan ngelewatin sensor dulu tuh, nah sialnya waktu lewatin sensor tas gw pun berbunyi..” Tiiiiiiiit..”
Kontan, petugas bandara pun melakukan razia, ternyata refill zippo gw diminta untuk ditinggal di bandara alias dilakukan penyitaan. Awalnya berat tetapi dengan sedikit debat yang sudah jelas berujung sia-sia, gw pun pasrah. Zippo boleh dibawa. Refill Zippo disita. Cukup merugikan.
Next.. saat gw melewati sensor kedua tas gw pun berbunyi lagi dan langsung ditegur oleh petugas bandara “Mas, guntingnya tolong ditinggal dulu atau bisa ditaruh di bagasi” entah mungkin di LCD depan petugasnya bisa nangkep gambar gunting gw atau gimana, yang pasti dia bisa tahu apa isi tas punggung gw itu.
Tanpa ba bi bu cuk cak cuk, gw pun kembali keluar lewat pintu samping menuju tempat menaruh bagasi guna menyerahkan dua gunting yaitu gunting biasa dan gunting-sasak-kesayangan-yang-gw-beli-saat-jaman-SMA-dulu ke bagasi, barang ini pun mendapat perlakuan khusus dengan diberikan cover sebuah amplop coklat berlogo Garuda Airlines dengan label “Envelope For Restricted Items”. Tanpa crat crit crut, akhirnya gw pun kembali menuju kawan-kawan dan menghabiskan waktu di lobby bandara hingga dipanggil ke pesawat.

“Envelope For Restricted Items”

Untuk barang-barang sejenis refill Zippo (mudah terbakar) ataupun gunting (benda tajam) maskapai Garuda lebih strict untuk menginspeksinya dibanding maskapai lain yang biasanya gw bawa dengan santainya.
Masuk Garuda. Didalam tubuh pesawat Garuda kami merasa dilayani, pramugari yang muda dan tidak muda lagi sama-sama ramah senyum, tentu saja berbeda dengan maskapai penerbangan A, B, C, Z yang pernah saya naiki sebelumnya. Ada harga ada rupa.
Gw pun duduk manis sambil membaca koran Wall Street Journal dan minum Cola.. nyaman banget hidup damai kek begini..
*jujur biasanya WSJ cuma baca dari net doang..baru kali ini pegang hard copy..haha norak ya?

The Wall Street Journal
___
Singkat cerita gw pun landing dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Tetapi ada satu hal menarik disini. Begitu sampai di jalur lewatnya taxi, sontak paru-paru dan hidung gw bereaksi negatif. Rasanya seperti menghirup udara polusi pabrik bercampur asap kendaraan bermotor, limbah dan polutan lainnya. Sungguh buruk udara disini. Tetapi inilah udara yang akan gw hirup selama dua bulan ke depan. Hellcome to Jakarta.
Singkat cerita gw pun menuju Kemanggisan untuk bobo di kosan baru.
Bla bla bla, akhirnya sampai juga hari minggu, yang berarti saat bagi gw untuk mencukur rambut kesayangan hingga menjadi hanya 1 cm sesuai instruksi guna memasuki markas Kopassus yang mana kita akan dilatih selama satu minggu. Berusaha ikhlas sudah pasti, toh ini bakal gw nobatin sebagai gundul terakhir seumur hidup :D
Gak lupa gw capture gambar before and after-nya, buat kenang-kenangan anak cucu nanti :hammer

Archive
___
Sabtu, 17 September 2011. Gw bernostalgia dengan angkot Jakarta yang memang panas dan apek demi mencari kelengkapan Samapta yaitu topi, training, kaos, kaos kaki, dll. Ceritanya sih ngangkot menuju Brotherland. Memang ya, gak nyangka hidup secepat ini berputar, baru kemaren naik Garuda, dilayani ramah, bersandar nyaman sambil baca Wall Street Journal dan minum Cola segar, kini di dalam angkot yang pengap ditambah panasnya Jakarta yang parah.
___
18 September 2011. Hari senin pun tiba gw berkumpul bersama kawan-kawan di Pusdiklat Pajak Kemanggisan dan menuju markas Kopassus menggunakan truk TNI warna ijo tua dengan tulisan NPS di depannya, mungkin singkatan dari Need Por Speed kali ya.
Kami  pun tiba disana.
Bersama M. Zainullah

Bersama Helmud Mose

Laskar Kota Balikpapan

Selain merasakan dijemur di lapangan, tentunya ada beberapa Gedung di Markas Kopassus yang kami pakai, diantaranya Gedung Nanggala (disini ada indoor wall climbing, matras raksasa dan aula untuk latihan fisik), Balai Komando (ruangan ber-AC, untuk upacara indoor ataupun penyambutan tamu), Gedung Sarwo Edhie Wibowo (Gedung utama yang dipakai untuk upacara kebesaran serta ada patung close-up Bapak Sarwo Edhie Wibowo didepannya).

Sukses tidur di atas Velbed, di latih fisik, mandi bersama, dapet piket bersihin WC, push-up, baris-berbaris, panas-panasan, dan di gelonggong makanan, materi, dan ceramah, kami pun dipulangkan dengan kondisi.. disturbing! :hammer

Velbed

Sore, 23 September 2011, tiba di lokasi awal kami berkumpul alias di Kemanggisan dengan perubahan batin maupun lahir. Semisal kulit gosong, rambut botak, muka keling..hahahahh
____
Next, Minggu 25 September adalah agenda saya menghadiri acara Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi) di Gedung SMESCO UKM, Jakarta Selatan.
Dan secara kebetulan, gw pun reuni dengan beberapa kawan SMA yang kuliah di Jakarta dan sekitarnya di event ini..

Lanjut ke part II..

0 comments: