Yak, karena di 2011 ini Arctic Monkeys kembali menghasilkan karyanya, maka saya mencoba kembali mereview seperti saya mereview album mereka sebelumnya, Humbug. Album baru ini bertitel 'Suck It and See'.
Track list didalamnya:
| 1. | "She's Thunderstorms" | 3:55 |
| 2. | "Black Treacle" | 3:35 |
| 3. | "Brick by Brick" | 2:59 |
| 4. | "The Hellcat Spangled Shalalala" | 3:00 |
| 5. | "Don't Sit Down 'Cause I've Moved Your Chair" | 3:04 |
| 6. | "Library Pictures" | 2:22 |
| 7. | "All My Own Stunts" | 3:52 |
| 8. | "Reckless Serenade" | 2:43 |
| 9. | "Piledriver Waltz" | 3:24 |
| 10. | "Love Is a Laserquest" | 3:12 |
| 11. | "Suck It and See" | 3:46 |
| 12. | "That's Where You're Wrong" | 4:17 |
Total length:
| 40:09 | |
Di Wikipedia album ini memiliki keterangan "To be released: 6 June 2011". Sekarang 20 Mei 2011, Darimana saya dapatkan albumnya? Apakah saya membajak? Tentu, tapi bukan suatu masalah karena (pengennya) nanti saya akan membeli CD asli jika sudah rilis. Album ini dirilis dibawah label Domino Records, sama seperti semua album mereka sejak awal. Ok, di bagian cover (gambar diatas) terlihat desain yang sangat simple (tetapi belum bisa dipastikan apakah ini cover resmi mereka nanti). Dan di bagian isi secara keseluruhan memang kesannya disetir ke arah vintage rock.
> Lagu pembuka album, She’s a Thunderstorm, diawali dengan suara renyah Turner dan gitarnya.
> The Hellcat Spangled Shalalala yang begitu catchy dan gampang sekali diingat.
> Don’t Sit Down Cause’ I’ve Moved Your Chair yang setipe dengan Crying Lightning-nya Humbug.
> Love is a Laserquest.. Ah, seperti Cornerstone di Album Humbug, lagu ini merupakan lagu ballad yang kesan pertamanya begitu membuat ketagihan.
> Lagu pembuka album, She’s a Thunderstorm, diawali dengan suara renyah Turner dan gitarnya.
> The Hellcat Spangled Shalalala yang begitu catchy dan gampang sekali diingat.
> Don’t Sit Down Cause’ I’ve Moved Your Chair yang setipe dengan Crying Lightning-nya Humbug.
> Love is a Laserquest.. Ah, seperti Cornerstone di Album Humbug, lagu ini merupakan lagu ballad yang kesan pertamanya begitu membuat ketagihan.
Satu hal yang gw suka dari Arctic Monkeys adalah lagu-lagunya sesuai banget dengan mood tahunan gw (tahunan lho, gak main-main ini :p). Lagu-lagu macam album pertama (Whatever People Say I Am, That's What I'm Not, 2006) dan album keduanya (Favourite Worst Nightmare, 2007) memang pas untuk didengar saat saya usia belasan (tapi saat itu memang lebih banyak menikmati Avenged Sevenfold dan sejenisnya sih, maklum jamannya juga ngedukung banget karena sedang masa transisi lepas dari jaman emo :hammer), lalu beranjak memasuki album ketiga (Humbug, 2009) dan album keempat (Suck It and See, 2011) ini lagu-lagu didalamnya mulai terasa mengalami perubahan signifikan (sama seperti Panic! At The Disco yang melakukan perubahan keseluruhan di Album Pretty Odd-nya) dan sangat cocok untuk dinikmati oleh orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor seperti saya.
Last but not least, bagi gw, siang hari bekerja sambil mendengarkan lagu-lagu mereka ini mampu menjadi sebuah definisi dari kata perfect! ----------------- Happy Weekend!


0 comments:
Poskan Komentar