Senjata nuklir adalah kunci kekuatan negara terkini. Senjata nuklir juga menjadi perhatian banyak negara. Perhatian utama dunia saat ini adalah terhadap nuklir milik Iran. Seperti (14 Juli 2015) kemarin, 5+1 negara (China, Perancis, Rusia, US, UK + Jerman) melakukan agreement (Joint Comprehensive Plan of Action) dengan Iran mengenai nuklir milik Iran. Kenapa hanya Iran? Kenapa tidak Pakistan? Mengingat Pakistan pun memiliki resources nuklir yang masif, bukan?

Iran, spesial. Iran negara yang ‘nekad’. 
Iran tidak tanggung-tanggung untuk mengirim nuklir ke Israel seperti pada berita ini http://www.washingtontimes.com/news/2013/feb/6/president-ahmadinejad-says-iran-ready-wipe-out-isr/. Sementara, Pakistan memiliki nuklir hanya untuk defense, dan berfokus guna mengimbangi kekuatan India (statement presiden Pakistan). Yap, kedua negara tersebut merupakan rival lama. Satu-satunya keunggulan Pakistan dibanding India adalah senjata nuklir. Sementara di ekonomi, jumlah penduduk, kekuatan militer, maupun teknologi, Pakistan berada di bawah India.


Alasan lainnya adalah, Iran selama sepuluh tahun terakhir sukses mengembangkan teknologi nuklir yang mencapai break-out time yang semakin efisien. Kini, US mengestimasi break-out time Iran 2-3 bulan, sementara di 2013 US menduga Iran butuh lebih dari setahun. Untuk diketahui, break-out time adalah waktu yang diperlukan untuk memproduksi weapon grade uranium (WGU) untuk satu senjata nuklir. Iran juga memiliki berbagai fasilitas riset dan produksi yang dirahasiakan, yang baru dibuka ke publik ketika negara-negara lain telah mengetahuinya. Di dalam fasilitas riset dan produksi ini terdapat kegiatan nuclear proliferation. Inilah yang menjadi perhatian dari Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT). Iran sendiri memang terdaftar sebagai anggota NPT, tetapi menyandang status non-comply.

Dalam nuclear agreement di Vienna beberapa hari kemarin, saya belum menemukan detail agreement-nya. Haya saja, ada beberapa yang terekspose oleh media, mulai dari hal teknis seperti mengurangi stockpile-nya dari 10.000 kg menjadi 300 kg, memperlambat waktu produksi WGU menjadi satu tahun, membuat centrifuges hanya mengolah uranium dengan kadar 3,65% (level untuk konsumsi publik, tidak cukup untuk membangun bom nuklir), hingga keharusan membuka beberapa lokasi untuk diinspeksi oleh IAEA. Logikanya, lokasi militer tidak masuk sebagai lokasi dalam inspeksi ini. Agreement tersebut mengikat antara 10 hingga 15 tahun (beberapa poin memiliki waktu berbeda).

Yang unik adalah, dalam deal ini Rusia ada dalam nada yang sama dengan US. Mengapa? Mudah saja, saat ini kondisi ekonomi Rusia sedang merangkak. Rusia tentu tidak ingin US melakukan banning seperti kejadian Crimea. Rusia paham dampaknya.

Saya, sebagai orang awam, sepintas melihat kenaifan dalam Iran Nuclear Deal ini. Saya, sama sekali tidak melihat batasan yang berarti bagi Iran dalam perjanjian ini. Mereka tetap dapat melanjutkan pengembangan nuklirnya. Negosiasi ini pun secara teori cacat. Mengapa? Pertama, dalam negosiasi ini tersirat ada keharusan untuk deal. Jika tidak deal, maka negara 5+1 tidak akan beranjak dari meja negosiasi (buktinya, sudah dua tahun masih terus berjalan). Secara berkelanjutan kondisi ini akan membuat satu pihak memiliki bargaining power lebih dibanding lainnya. Bukan sebuah cara bernegosiasi. Kedua, tidak semua opsi dalam negosiasi diletakkan didepan lawan negosiasi. Ada opsi yang disimpan (war), karena negara 5+1 tidak ada yang menginginkannya (it would incurred a significant cost). Padahal, hal ini dapat menjadi pertimbangan lawan. Sungguh bukan kondisi negosiasi yang ideal. Tetapi, demikianlah kenyataannya. Sebuah deal tetaplah deal.. Who knows, ada pertimbangan lain disana. Misalnya, jika US sampai gagal mencapai kesepakatan dengan Iran, maka hal ini akan mendorong Iran ke dalam pengaruh Rusia. Dampaknya, akan ada equilibrium nuklir baru diluar anggota NATO.. Tentu, US tidak menginginkannya.
Demikianlah sekilas Iran Nuclear Deal tempo hari.

Si vis pacem, para bellum.
(If you want peace, prepare for war). 

Resources:
 

Selamat pagi semua!

Perkenalkan, saya Guntur Nur Hidayat, mahasiswa dan peneliti perpajakan. 
Kali ini saya ingin melakukan sebuah riset socio-psychological mengenai kognisi masyarakat dalam aspek perpajakan..

Apakah Anda ingin berkontribusi kepada bangsa?
Atau, Anda murni ingin beramal dengan membantu riset saya?:)

Jika ya, saya mohon waktu Anda untuk berpartisipasi mengisi kuesioner di bawah ini..
(pilih salah satu atau lebih, karena keempatnya memiliki skenario berbeda)

(URLs are case sensitive)

Oh iya, kuesioner ini berhadiah juga loh..

Uang tunai senilai total Rp 1 juta bagi 3 orang yang beruntung.. 

Serta berbagai hadiah hiburan bagi 5 orang lainnya yang beruntung!

Ketentuan hadiah:
- Hasil pengisian survey sama sekali tidak mempengaruhi hadiah yang diberikan. 
- Hadiah murni diberikan secara random/acak.
- Hadiah akan diundi ketika hasil survey telah mencapai jumlah yang diharapkan, atau selambat-lambatnya 31 Oktober 2015.
- Hadiah akan diumumkan melalui beberapa media: blog ini dan WhatsApp.
- Keputusan pemberian hadiah bersifat mutlak dan final, serta tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih!


Guntur Nur Hidayat
gunturnurhidayat@gmail.com

--------------


16 Oktober 2015...

Terima kasih kepada seluruh partisipan..

Mempertimbangkan kenyamanan para pemenang yang telah saya kontak dan transfer, dengan ini saya tidak melakukan publikasi nama/identitas terkait. 
So, laman ini saya gunakan sebagai ucapan terima kasih..

Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih! You guys are amazing! :)

Untuk hadiah, saya ucapkan selamat!

Selamat kepada..
Pemenang 1: Rp500 ribu
Pemenang 2: Rp300 ribu
Pemenang 3: Rp200 ribu

5 orang pemenang pulsa @Rp50 ribu

dan 5 partisipan yang beruntung, yang lebih dulu telah mendapatkan hadiah on the spot @Rp100 ribu

Sekali lagi, terima kasih dan selamat menikmati! :)

Tidak terasa saya sudah memasuki bulan-bulan akhir usia 22.
 
Tempo hari, setelah menyeleksi berbagai jenis pinjaman dari berbagai jenis bank, akhirnya saya resmi mempunyai hutang di bank.

Hutang ini insyaallah bisa dikategorikan hutang positif. Selain karena total dana pinjaman (ditambah dengan tabungan) dialokasikan untuk membiayai pembelian rumah, utang ini juga Insyaallah bisa membuat kehidupan personal saya lebih baik karena diharapkan mengurangi pengeluaran yang bersifat impulsif.

Rumah yang saya beli terletak di kampung halaman saya, lokasinya terhitung strategis karena berada di tengah kota, sehingga saya berani untuk mengambil pinjaman.

Awalnya saya sempat membanding-bandingkan antara BCA, BRI, BRI Syariah, BNI, BNI Syariah, BTN, Mandiri dan Mandiri Syariah. Setelah komunikasi dengan masing-masing CS nya, baik bertemu lagsung maupun tidak, saya akhirnya memutuskan mengambil Kredit Konsumsi untuk menambah biaya pembelian rumah ini. Kok kredit konsumsi (KTA)? Kenapa bukan KPR?

Karena, saya lebih suka bunga flat. Kenapa tidak ambil KPR di bank syariah? Kan flat juga?

Ya, KPR syariah memang flat, tetapi bunganya lebih besar daripada KTA yang saya ambil. Rata-rata berselisih 1,2% per tahun (data akhir 2012 ini, tiap tahun bisa berbeda). Kalikan 1,2% dengan total pinjaman anda. Lalu kalikan lagi hasilnya dengan jumlah tahun. Itulah besar selisihnya. Cukup signifikan, bukan?

Kenapa bukan KPR dari bank konvensional? Bukannya bunganya banyak lebih murah? Ya benar, malahan ada yang promo memberi bunga hanya sebesar 6,75% untuk tahun pertama dan kedua, lalu 9,75% di tahun ketiga, sisanya floating. Tidak saya ambil. Kenapa?

Satu, karena sistem bunga floating kurang cocok dengan tipe manajemen keuangan saya.  Dan, kembali ke promo tiga tahun tadi, tidak menutup kemungkinan angsuran di tahun keempat bisa meledak bukan? Seperti yang kita baca di forum-forum, banyak mengeluhkan bunga setelah masa promo bisa sampai 13%. Sadis. Apalagi rasa-rasanya nih kayanya bakal ada tsunami moneter dunia susulan di 2014-2017, sehingga jika hal itu terjadi maka suku bunga kredit bisa naik signifikan. Dasar apa yang dipake? Ga ada, feeling saja, jaga-jaga kalo bakal terulang kejadian 2007-2009, dimana di 2008 sempat lho suku bunga kredit di bank-bank mencapai 13, 14, 15% lebih. Kalau sudah begini apalah guna kredit 6,75% di satu atau dua tahun awal?

Kedua, sistem anuitas. Sistem ini memiliki angsuran yang mengikuti suku bunga, tetapi pokok angsuran yang bisa kita kurangi di periode-periode awal sangat-sangat kecil, jauh lebih besar bunganya. Boleh dikatakan bunga yang kita bayar sekitar empat sampai lima kali. Tapi ini hanya di periode-periode awal saja kok. Kekurangan lainnya dari sistem anuitas ini adalah beratnya sisa yang mesti dibayar ketika kita ingin melunasi di tengah jalan. Katakan kita meminjam selama 10 tahun dan kita ingin melunasi utang kita di akhir tahun kelima, itu bukan berarti utang kita tinggal setengahnya. Bisa jadi selama lima tahun ini kita hanya bayar pokok angsuran sebesar sepertiganya saja, sehingga masih ada duapertiga pokok angsuran plus bunga plus penalty yang mesti dibayar.

Di pinjaman yang saya ambil, proporsi pengurangan pokok angsurannya dibagi rata ke setiap tahun angsuran, sehingga mudah memperkirakan sisa pinjaman, dan tidak terasa berat saat memiliki rejeki cukup dan ingin melunasi di tengah jalan. Terus, penalty saat pelunasan di tengah jalan gimana? Kebetulan, tidak ada. Bunga di masa depan yang harus dibayar gede dong? Tidak juga, tergantung momen kita melunasinya. Karena berapapun sisa tahun kita, jika ingin langsung dilunasi hanya perlu membayar administration fee sebesar bunga 4 bulan ke depan saja. Yang artinya sepertiga dari bunga setahun, terlepas dari berapapun sisa tahun ke depan. (Peraturan bank plat merah tempat saya meminjam).

Pola pikir ini saya pilih karena saya ingin melunasi di tengah jalan. Jika Anda memilih tetap pada track sampai akhir periode masa angsuran, maka asumsi yang bisa diambil berbeda, Anda silahkan mengambil KPR karena sebagian besar total future value-nya akan menghasilkan nominal dibawah KTA, yang artinya anda akan lebih hemat.

Tetapi kekurangan KPR adalah sertifikat anda ada pada pihak bank.

Yang artinya anda tidak bisa mengagunkan sertifikat tersebut untuk.. membeli rumah lagi, misalnya.


Sekian.

-----

Update foto pembangunan rumah sederhana per tanggal 22-24 Desember 2012.



Dari Gate Utama
Jalan Keluar Masuk

Salah Satu Sisi
Rumah Tampak Serong. Area garis ungu adalah luas tanah.

Rumah Tampak Depan
Rumah Tampak Belakang. Penting untuk diperhatikan (lingkaran biru muda), walaupun rumah kita berdekatan dengan tetangga tetapi usahakan tembok dibuat masing-masing, daripada menimbulkan sengketa di kemudian hari.


Meminta Pendapat Sesepuh, Datuk dan Mbah.


Salah Satu Pemanis Perumahan
Taman Perumahan. Tanda X biru muda adalah rumah yang sedang dibangun


Tarakan adalah sebuah kota yang juga sebuah pulau di Propinsi Kalimantan Timur. Pertengahan Februari 2012 saya mengunjunginya untuk pertama kali. Berangkat dari Balikpapan saya menggunakan maskapai Lion Air dan mendarat di Bandara Juwata, Tarakan.


Peta tarakan (google images)

Welcoming!

Tarakan terkenal akan makanan-makanannya yang memiliki banyak kemiripan dengan makanan Malaysia, tentunya karena faktor geografis Tarakan yang dekat dengan Tawau, Malaysia.

Banyak warung-warung pinggir jalan berkonsep rumah kayu yang menyediakan menu Teh Tarik dan Roti Bakar Saus. Menu ini digemari semua kalangan masyarakat di Tarakan yang sebagian besar menghabiskan waktu sore hari mereka berbincang di warung kopi. Beragam masyarakat mendatangi warung kopi ini, mulai dari lengan gede bertato sampai berdasi.

Teh Tarik Malaysia dan Roti Bakar Saus Tarakan

Dari Tarakan kita dapat berwisata ke daerah-daerah sekitar, seperti Pulau Derawan. Ataupun menggunakan speedboat menuju daerah-daerah kepulauan sekitarnya.

Info Pelayaran Harian

Kota Tarakan kaya, tetapi cukup sepi aktivitas penduduk. Di pinggir jalanan Kota Tarakan, beberapa masih terdapat alat kilang minyak peninggalan Jepang. Alat ini terus beroperasi menyedot minyak hingga saat ini. Kilang kecil ini terus berayun keatas dan kebawah dan sesekali berhenti sejenak sambil terus mengalirkan minyak ke tangki-tangki yang tersedia.

Penyuling Minyak

Wilayah Sekitar Penyuling Minyak

Di Tarakan banyak dijumpai makanan dan minuman produk Malaysia ataupun Singapore, semisal Milo Malaysia yang di klaim warga sekitar lebih enak dibanding Milo Indonesia. Dan itu benar bagi penikmat cokelat, karena Milo Malaysia mengandung lebih banyak cokelat. Sedangkan Milo Indonesia mengandung lebih banyak susu.

Milo Malaysia

Kota tarakan juga memiliki Pusat Perbelanjaan, yaitu Plaza Tarakan. Saat saya melewatinya saya melihat beberapa kaca berlubang terkena peluru. Ya, karena Kota Tarakan ini termasuk daerah yang cukup kaya akan histori konflik.

Plaza Tarakan dengan kaca berlubang

Salah satu sisi Kota Tarakan (diujung kiri terlihat ada Stadion)

Wisata Alam yang ada di Tarakan yang sempat saya kunjungi adalah Kawasan Hutan Konservasi Mangrove (Rhizopora Apiculata) dan Bekantan (Nasalis Larvatus). Tiket masuk  Rp3.000/orang.

Gerbang Kawasan Hutan Konservasi Mangrove dan Bekantan

Salah Satu Sisi Gerbang

Dan berikut beberapa foto dari Kawasan Hutan Konservasi Mangrove dan Bekantan ini:

Jalan Kayu Diatas Rawa

Entah Monyet Ekor Panjang entah Bekantan dari Belakang, susah dapetin foto yang pas haha

Flora Bakau

Bangku Hutan

Plang Jenis Hewan

Tidak ada yang spesial dari tulisan ini.
Hanya rekaman fotografis seadanya di Balikpapan tahun 2011, dimana hasil yang bagus adalah hasil kamera teman saya sedangkan hasil yang biasa saja atau kurang dari itu adalah dari kamera saya.


From the Sky


To the Earth


From Jakarta


To Balikkapan


From Daylife


To Nightlife


From Electric


To Classic


Happy New Year 2012.



Akhir-akhir ini atau awal bulan Juni 2011, karena ketidakpastian ekonomi Amerika (yang bahkan sempat membuat Standard&Poor's akan men-downgrade credit rating USA jatuh dari AAA) membuat emas banyak dipandang sebagai instrumen paling aman (safe haven). S&P Affirms US AAA Rating, Cuts Outlook to Negative:

"Standard & Poor's on Monday downgraded the outlook for the United States to negative, saying it believes there's a risk U.S. policymakers may not reach agreement on how to address the country's long-term fiscal pressures. "Because the U.S. has, relative to its 'AAA' peers, what we consider to be very large budget deficits and rising government indebtedness and the path to addressing these is not clear to us, we have revised our outlook on the long-term rating to negative from stable," the agency said in a statement."
Di internet, di toko buku, semua memblow-up emas sebagai investasi paling menguntungkan bahkan beberapa mengatakan emas mampu menghasilkan return yang tinggi, gak tanggung-tanggung dua digit persen.
Emas sendiri bisa diperoleh dalam beragam bentuk, salah satunya Dinar. Definisi dinar menurut Wikipedia:
"Dinar emas berdasarkan Hukum Syariah Islam adalah koin emas yang memiliki kadar 22 karat emas (917) dengan berat 4,25 gram."
917 disini maksudnya adalah 91,7%, atau perbandingan 22 karat terhadap 24 karat. Berikut harga Dinar emas menurut geraidinar.com pada hari Senin, 6 Juni 2011: 

(click to enlarge)
 
Didapat bahwa harga Jual-Beli 1 Dinar (4,25 gram emas 22 karat) adalah Rp1,889,494 Rp1,813,914.

(click to enlarge)
 
Didapat bahwa harga Jual-Beli 1 gram emas 24 karat adalah Rp444,587 Rp426,803. Jika kita konversi agar memiliki massa yang setara dengan 1 Dinar (4,25 gram) maka harganya menjadi Rp1,889,495 Rp1,813,913. Tidakkah harga ini setara dengan perhitungan emas 22 karat diatas? Untuk lebih jelasnya berikut saya lampirkan hasil perhitungan saya: 

(click to enlarge)
 
Angka 8% ataupun 12% itu menunjukkan besarnya margin keuntungan yang diperoleh oleh produsen ataupun penjual, belum termasuk pajak tentunya. Lalu, bagaimana perhitungan pajaknya? Penghitungan PPN yang terutang dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:
 
- Menggunakan Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan PPN dengan cara sebagai berikut: 
 
a. PPN yang terutang atas penyerahan emas perhiasan oleh Pengusaha Toko Emas Perhiasan adalah 10% X Harga Jual Emas Perhiasan; 
 
b. Jumlah PPN yang harus dibayar oleh Pengusaha Toko Emas adalah 10% X 20% X Jumlah seluruh penyerahan emas perhiasan. 
 
- Menggunakan mekanisme pengkreditan Pajak Masukan (PM) dan Pajak Keluaran (PK). Untuk menghitung PPN yang terutang wajib menggunakan mekanisme pengkreditan PM terhadap PK sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000. - Wajib memberitahukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat PKP dikukuhkan. 
 
Katakan kita menggunakan Nilai Lain, maka besarnya tarif PPN yang harus digunakan (poin b) adalah 10%x20%=2%. Jika faktor laba ini kita kurangkan terhadap margin keuntungan sebelum pajak diatas maka akan didapat margin keuntungan 12%-2%=10% pada produsen Dinar, dengan asumsi biaya produksi dinar dan perhiasan emas 24 karat adalah sama. Margin keuntungan ini didapat dari adanya kesetaraan harga antara emas 22karat dengan 24karat. Kenapa harga keduanya sama? kenapa dinar (emas 22karat) tidak dalam keadaan diskon terhadap 24karat? Apakah karena campuran didalam dinar (emas 22karat) bisa membuatnya setara dengan 24karat? entahlah.. saya sendiri juga belum dapat data yang memuaskan karena terlalu banyak bias diluaran. Andai saja bisa mengetahui langsung dari PT.Antam apa yang dipakainya atau bahkan apa yang pemerintahan Arab Saudi gunakan.
 
*kepada pembaca yang lebih mengetahui lebih dalam, dimohon saran maupun koreksinya terhadap tulisan saya ini. :)