Ha! Sabtu 22 Oktober pagi tiba-tiba saya sudah berada di Jogja.
Lapar. Bersihin muka di masjid terminal. Ngerental mobil.
Jam 10.00 a.m. kita sarapan di Soto Pak Marto depan JEC, reviewnya sama seperti yang gw tulis di foursquare, "Sotonya enak. Buskernya talented. Lidah dan kuping sama-sama makan. Try: Iced Coffee." Dan satu lagi: murah! Bayangin aja 11.000 rupiah udah bisa dapet soto enak + es kopi + es jeruk + musik dari buskers! Bandingin dengan Balikpapan 11.000 rupiah dapet makanan tapi ga berasa. Zzz.
Setelah kekenyangan, kita berenam pun melanjutkan perjalanan menuju pantai. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, dan uniknya selama perjalanan diiringi oleh radio Jogja yang tentu saja menyetel musik-musik yang Jogja banget. Walaupun saya banyak ga pahamnya, seenggaknya dapet feel Jogjanya lah.
With Jogja buskers
Pantai yang dituju yaitu Pantai Siung, Sundak, Baron, Kukup, Krakal. Bagi saya, nama terakhir memang terbaik dibanding pantai sekitarnya.
Siung Beach
Siung Beach 2
Siung Beach 3
Krakal Beach
Cabut dari pantai pukul 16.00, dan sampai di hotel pukul 18.00. Sumpah, belum habis pikir juga ya gw, niatnya sih backpackeran, tapi kenapa ada sewa mobil dan sewa hotel juga dalam agenda ini :hammer
Tetapi benar saja, tanpa sewa mobil mustahil dalam dua hari satu malam kita bisa dapet banyak spot yang dikunjungi.
Setelah bersihin diri di hotel, kita langsung cabs cari sate kuda ke arah Malioboro. Sialnya saat itu jalanan padet banget, dari mobil, dokar, sampai pejalan kaki tumpah ruah di jalanan. Selain ada acara JJC (Jogja Java Carnival) juga ada acara pembukaan apa gitu, gw juga kurang paham haha. Yowes, kita main sebentar ke Mal hunting sepatu, lah ternyata harganya sebelas duabelas dengan Jakarta, ya udah cancel aja.
Setelah cukup lapar, Kitapun mencari spot sate kuda lainnya. Dapet spotnya sih dapet, tapi.. tutup! gw cek jam ternyata 22.00. Aihh. Lalu kita makan di Lesehan Mantul. Ga terpuaskan tentu saja.
Setelah makan kitapun maen di spot-spot lainnya di Jogja hingga 03.20 pagi.
Setelah puas maen, kita pun foto-foto di bawah Tugu supaya afdol trip Jogjanya. Saat kita membicarakan tujuan selanjutnya, tiba-tiba dua personil minta dipulangkan. Setelah memulangkan, maka 4 personil lainnya tetap melanjutkan misi lanjutan hingga 4.50 pagi. Balik ke hotel dan gw bangun pukul 6.54 pagi lalu mandi. Lumayan 2,5 jam tidur sudah cukup banyak. Kebanyakan tidur malah merugikan, mengingat waktu kita yang terbatas.
Tugu
Oiya keenam personil yang direncanakan ikut kali ini semuanya pria, adalah Mukhlis, Catur, Dimo, Gusti, Ramli, dan *sensor*. Semuanya kompak memakai nama samaran yang berawal dari ide gw. Karena tiap beraktivitas di Jogja kita memang pake nama samaran haha :hammer
Singkat cerita, Jam 08.00 menuju "Sunday Morning UGM" yang konon tiap minggu diadain. Sejenis pasar mingguan gitu sih, tapi bedanya disini banyak seniman yang juga mahasiswa seni ikut ngeramein.
Sekelompok musisi menemani sarapan pagi kami yang berupa lontong opor lesehan dengan membawakan lagu "I Will Fly" milik Ten 2 Five dengan indah sekali, suara vokalis setara lah dengan Imel Ten 2 Five yang bertattoo khas di lengan yang sempat gw lihat di salah satu club di Jakarta, Selasa malam sebelum ke Jogja.
Oh iya, sempat juga nanya harga saxophone yang dipakai oleh busker Jogja tadi, "harganya 6 juta" jawab si pemain saxophone. Mahal ya.
Sunday Morning UGM
10.30 pagi cabut ke arah Kaliurang, sepanjang jalan memang cukup banyak bule. Lalu sampailah di Museum Wisata Gunung Merapi. Ambil gambar di depan Museum, termasuk dengan mbak polwan yang menjaga pintu masuk, cantik sih, jejepangan gitu mukanya :hammer
Pelataran Museum Merapi
Didalam museum lengkap disajikan gambar rentetan peristiwa Gunung Merapi dari tahun ke tahun dna juga beberapa miniatur serta benda benda peninggalan letusan merapi, dari serpihan batu, alat dapur yang rusak, hingga motor butut korban merapi.
Museum1
Museum 2
Museum 3
Museum 4
11.30 exit. Dan menuju hotel untuk check out jam 13.00 nanti. Setelah bla bla bla, kitapun menuju keraton dan makan siang disana, tempat itu bernama "Gudeg Wijilan Bu Nur". Setelah beres, kitapun menuju Pasar Seni Nadzar Yogyakarta untuk sekedar membeli oleh-oleh, lalu jalan-jalan di Malioboro di siang hari yang panas. Jam 15.50 baru sampai di pasar Beringharjo padahal jam 16.00 sudah harus berada di Stasiun menunggu kereta.
Dengan berbagai cara sampailah 16.10 di Stasiun Tugu. 16.15 Peron 5. 16.35 Kereta menuju Kutoarjo datang.
Pasar Seni Nadzar Yogyakarta
Inside look
Isya kita sampai di Stasiun Kutoarjo, dan keluar stasiun untuk sholat dan cari-cari makan malam. Wew Kutoarjo ternyata begini ya, I've never been here before sih, haha.. mayanlah pernah makan sate dan pipis disana. Setelah kenyang saya pun membeli RedBull dengan niat untuk menemani bakar Marlboro sebentar. Selesai dari Kutoarjo, kamipun pulang menuju Jakarta dengan Kereta Api.